MALANG.KLIKSURABAYA.CO.ID – Predikat Kota Malang sebagai UNESCO Creative City of Media Arts menjadi pijakan sekaligus tanggung jawab untuk terus memperkuat pembangunan berbasis kreativitas, inovasi, dan kolaborasi. Berbekal pencapaian itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berkomitmen menjadikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat menghadiri Temu Mitra Pariwisata Kota Malang yang digelar di Gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang, Jalan Kawi 24A, Selasa (14/7), mengungkapkan bahwa arah pembangunan pariwisata Kota Malang tidak lagi hanya berorientasi pada destinasi wisata, tetapi juga pada pengalaman, cerita, budaya, kreativitas, dan inovasi yang menjadi identitas kota. Hal tersebut sejalan dengan visi Menuju Malang Mbois Berkelas, yang menempatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu motor penggerak pembangunan ekonomi.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Pemkot Malang telah menyiapkan sejumlah program strategis. Di antaranya penguatan program 1.000 event guna menghadirkan kalender kegiatan sepanjang tahun sehingga wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk berkunjung ke Kota Malang. Selain itu, terdapat pengembangan Dasa Bakti Ngalam Asyik sebagai ruang tumbuh seni, budaya, ekonomi kreatif, dan aktivitas publik yang memperkuat identitas Kota Malang sebagai kota kreatif.
Pemkot Malang juga terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui kolaborasi dengan komunitas, pelaku UMKM, startup kreatif, perguruan tinggi, dan industri kreatif. Upaya lainnya dilakukan melalui revitalisasi dan penguatan daya tarik kampung-kampung tematik sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan, serta digitalisasi promosi pariwisata melalui media sosial, platform digital, konten kreatif, dan kolaborasi dengan para kreator maupun influencer.
Tidak hanya itu, Wahyu menjelaskan bahwa pengembangan paket wisata terpadu juga menjadi perhatian. Paket tersebut menghubungkan wisata heritage, wisata kuliner, wisata edukasi, wisata belanja, event kreatif, hingga sport tourism agar wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih lengkap selama berada di Kota Malang. “Peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata juga terus kami lakukan melalui pelatihan pelayanan prima, penguasaan teknologi digital, penguatan hospitality, serta pengembangan kompetensi pelaku ekonomi kreatif,” urai Wahyu.
Ia menegaskan, seluruh program tersebut bermuara pada tujuan besar menjadikan Kota Malang semakin kompetitif di tingkat regional, nasional, hingga internasional. Namun demikian, pembangunan pariwisata harus tetap berjalan beriringan dengan pelestarian budaya, pengelolaan lingkungan, pengurangan sampah, peningkatan kebersihan kota, penguatan aspek keamanan, peningkatan aksesibilitas bagi semua kalangan, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
“Oleh karena itu, melalui kegiatan ini saya berharap terbangun semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan wisata sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan pariwisata Kota Malang yang berkelanjutan,” pungkasnya.
