malang.kliksurabaya- Kota Malang telah lama dikenal sebagai kota pendidikan. Bagi Pemerintah Kota Malang, predikat tersebut bukan sekadar julukan, melainkan cerminan dari ekosistem pendidikan yang hidup, dinamis, dan menjadi bagian dari karakter kota.
Sejalan dengan visi pembangunan “Menuju Malang Mbois dan Berkelas”, pendidikan dipandang sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berbudaya, optimistis, inovatif, unggul, adaptif, dan berdaya saing. Karena itulah Pemkot Malang terus berupaya menyiapkan generasi yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, kepekaan sosial, serta kemampuan beradaptasi di tengah dinamika global.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, saat menghadiri Polinema International Experiential Learning and Cultural Immersion 2026 bertema ‘Exploring Material Technology and Creative Industry Across Cultures’ di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Selasa (23/6/2026).
Menurut Wawali Ali, kegiatan tersebut tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga menjadi sarana penguatan hubungan budaya dan kebersamaan. Program yang diikuti mahasiswa dari Malaysia, Thailand, Pakistan, dan Sudan itu dinilai penting dalam memperluas ruang pembelajaran lintas budaya, negara, dan pengalaman yang semakin relevan di era global.
Ali menambahkan, Kota Malang baru saja resmi bergabung dalam jejaring UNESCO Creative Cities Network dengan predikat UNESCO City of Media Arts. Pengakuan tersebut menegaskan komitmen Kota Malang dalam mengembangkan ekosistem kreativitas berbasis seni media, inovasi, dan kolaborasi global.
“Dengan capaian tersebut, Kota Malang terus memperkuat posisinya sebagai kota kreatif yang tidak hanya bertumpu pada pengembangan pendidikan, tetapi juga penguatan ekosistem inovasi dan industri kreatif yang berkelanjutan,” ujar pria yang akrab disapa Sam Ali itu.
Momentum ini diharapkannya dapat menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring internasional, memperkaya perspektif global, serta menumbuhkan semangat kolaborasi di kalangan peserta.
Sejalan dengan hal tersebut, Wawali Ali menegaskan bahwa Kota Malang terbuka terhadap kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan kerja sama internasional yang konstruktif. Kehadiran peserta dari berbagai negara dinilai menjadi bagian penting dalam memperluas interaksi global sekaligus memperkaya perspektif dalam membangun masa depan pendidikan dan kebudayaan yang lebih inklusif.
“Semoga kegiatan ini memberikan pengalaman berkesan bagi seluruh peserta serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global,” pungkasnya.







